Langsung ke konten utama

Tes Keperawanan Yang Ramai Diperbincangkan Masyarakat


Tes keperawanan yang ramai diperbincangkan masyarakat disebut salah kaprah oleh dokter spesialis kandungan dari Rumah Sakit Angkatan Darat (RSPAD), Jakarta, dr. Toto Imam Soeparmono, SPoG, K. Onk.

"Mana ada tes keperawanan?! Yang benar adalah memeriksa apakah benar dia perempuan atau bukan, dilihat dari tanda-tanda genetiknya," kata Toto saat dihubungi di Jakarta, Senin (11/9/2017).

Dokter yang juga anggota TNI Angkatan Darat ini memaparkan, memeriksa kondisi selaput perawan hanya bagian dari pemeriksaan kesehataan tentang tanda-tanda kewanitaan pada diri seorang perempuan.

Dalam pemeriksaan tanda-tanda kewanitaan, lanjut Toto, dokter atau ahli akan mendeskripsikan hasilnya, di antaranya, keberadaan rahim, keberadaan alat kelamin keluar, termasuk selaput perawan.

"Secara umum, sebetulnya tesnya itu adalah tes menentukan apakah dia wanita atau bukan. Itu yang benar. Bahwa nanti di dalam deskripsi laporannya disebut tentang kondisi selaput perawannya, itu masuk dalam deskripsi lengkap," ungkap Toto.

Menurut Toto, dokter atau ahli akan mendeskripsikan hasil pemeriksaan terhadap tanda-tanda kewanitaan tersebut kepada pasien secara terperinci.

"Jadi bukan melulu melihat selaput perawan, itu hanya bagian dari tes keseluruhan tersebut," tegasnya.

Toto menambahkan, pemeriksaan tanda-tanda kewanitaan tersebut kerap dilakukan, mengingat adanya sebuah penyakit kelainan genetik, di mana secara fenotip atau tampak luar, seseorang dinyatakan perempuan, namun secara genetik, ia memiliki alat reproduksi laki-laki.

"Jadi bukan karena operasi plastik. Memang itu kelainan genetik. Tampaknya perempuan, tapi dia tidak memiliki kandungan. Nah, ini kan diketahui melalui tes tadi," ujar Toto.

Tes tersebut, lanjut Toto, lumrah dilakukan oleh calon prajurit perempuan yang ingin menjadi tentara, di mana satuannya perlu memastikan bahwa ia adalah benar-benar seorang perempuan.

Selain itu, tes tersebut juga biasa dilakukan oleh para calon istri tentara yang ingin menikah, di mana mereka akan direkomendasikan untuk melakukan serangkaian tes kesehatan.

"Jadi calon istri tentara itu memang harus bertemu komandan dulu, kemudian komandan merekomendasikan tes kesehatan. Nah, hasil tesnya, akan disampaikan ke anggota tentara maulun calon istrinya," papar Toto.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pemerintah Terus Membangun Kemitraan Dengan Pihak Swasta

Pemerintah terus membangun kemitraan dengan pihak swasta untuk mengolah sampah plastik agar tidak lagi mencemari lingkungan.
Apalagi, pemerintah telah berkomitmen mengurangi sampah di lautan sebesar 70% pada 2025 dengan dukungan dan kerja nyata dari berbagai pihak termasuk pihak swasta.
Untuk itu, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan membentuk Alliance for Marine Plastic Solutions Forum (AMPS).
Program tersebut turut didukung oleh PT. Tirta Investama (Danone Aqua) dan H&M Indonesia melalui proyek Bottle2Fashion dengan mengolah kembali sampah botol plastik menjadi produk fashion.
PT. Tirta Investama (Danone AQUA) dan Kantor Produksi H&M Indonesia melakukan penandatanganan komitmen kerja sama proyek Bottle2Fashion untuk memulai kerja sama mengolah kembali sampah kemasan plastik menjadi produk Fashion di Hotel Padma, Legian, Bali pada Senin (4/9/2017).
Presiden Direktur Danone AQUA Corine Tap dan Country Manager Production H&…

Penelitian Terbaru Menunjukkan Kopi Bisa Menurunkan Resiko Diabetes

Penelitian terbaru menunjukkan kopi bisa menurunkan risiko diabetes.
Apakah Anda minum secangkir kopi kapan ketika stres? Saya yakin sebagian besar dari Anda meminumnya. Nah, jika Anda termasuk di antara mereka maka inilah satu alasan lagi untuk memilih secangkir kopi.
Dikutip dari laman Boldsky.com,  Jumat (8/9/2017), para ilmuwan telah mengidentifikasi senyawa dalam minuman yang dapat mengurangi risiko diabetes tipe 2.
Peneliti dari Aarhus University Hospital di Denmark juga menemukan bahwa salah satu senyawa yang belum diuji tampaknya memperbaiki fungsi sel dan sensitivitas insulin pada tikus di laboratorium.
Temuan tersebut bisa memacu perkembangan obat baru untuk mengobati atau bahkan mencegah penyakit diabetes. Penelitian sebelumnya menunjukkan, bahwa senyawa dalam kopi yang disebut cafestol meningkatkan sekresi insulin pada sel pankreas saat terpapar glukosa.
Cafestol juga meningkatkan penyerapan glukosa pada sel otot, sama efektifnya dengan obat antidiabetes yang umum diresepkan.  …

Kapan Waktu Yang Tepat Untuk Mandi? Pagi atau Sore

Umumnya orang Indonesia mandi dua kali sehari. Hal itu tertanam menjadi kebiasaan sejak kecil, ketika orang tua memandikan anaknya ketika bangun tidur atau hendak sekolah, dan sore hari sebelum tidur.
Ternyata, waktu mandi sebaiknya dilakukan satu kali saja dalam sehari. Jadi pilihan waktu mandi bisa disesuaikan pada waktu pagi atau sore atau malam hari sesuai kebutuhan Anda. Demikian seperti dilansir dari Boldsky.com
Kapan waktu yang tepat untuk mandi? Pagi, malam atau malam Nah, beberapa orang merasa nyaman untuk mandi di pagi hari sedangkan beberapa lebih memilih malam hari. Bagi beberapa orang, mandi pagi sebelum bekerja sangat baik saat mereka mempersiapkan untuk berangkat kerja. Bagi beberapa orang, mandi pada malam lebih bekerja dengan baik karena membantu tertidur lebih cepat.
Kapan waktu terbaik untuk mandi? Pertama, adakah waktu yang tepat untuk mandi? Nah, Itu tergantung pada apa yang Anda lakukan sepanjang hari Anda. Jika pekerjaan Anda membuat Anda pulang dengan pakaian kotor,…