Langsung ke konten utama

Gejala Serangan Jantung Yang Dialami Pria dan Wanita Ternyata Berbeda


Gejala serangan jantung yang dialami pria dan wanita ternyata berbeda.

Dokter Spesialis Kardiovaskular Jetty RH Sedyawan mengatakan gejala serangan jantung yang dirasakan perempuan dan laki-laki berbeda, gejala yang dirasakan perempuan lebih ringan dibandingkan dengan pria.

"Gejala serangan jantung berbeda-beda, perempuan biasanya merasa kelelahan apalagi kalau sudah menderita diabetes, saraf-sarafnya sudah rusak maka dia tidak terlalu dapat merasakan sakit," kata Jetty di Jakarta, Kamis (14/9/2017).

Sementara itu serangan jantung yang dirasakan pria lebih spesifik seperti nyeri di dada yang menjalar ke leher, ke tangan kiri dan keluar keringat dingin.

Pertolongan pertama yang diberikan pada serangan jantung adalah memeriksa nadi, jika nadi melambat maka kita dapat menyuruh penderita untuk batuk agar denyut nadinya meningkat.

Jika denyut nadinya cepat maka penderita harus tenang kemudian memberinya obat jika penderita memilikinya, atau jika tidak memiliki obat maka segera dibawa ke rumah sakit.

"Enam jam pertama adalah waktu emas untuk menolong penderita serangan jantung, mereka harus segera dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan penanganan," kata dia.

Sementara itu jika penderita mengalami henti jantung mendadak, maka perlu memeriksa apakah penderita masih bernapas dan memiliki denyut jantung. Jika tidak ada maka lakukan komresi dada dengan kecepatan 100 kompresi dada per menit sebanyak 30 kali.

Saat melakukan kompresi dada, korban harus berada di permukaan yang datar dan keras, tidak boleh dilakukan di atas tempat tidur.

Menurut data Kementerian Kesehatan pada 2014 ada 10 ribu orang per tahun yang mengalami henti jantung mendadak. Data yang sama menunjukkan bahwa frekuensi henti jantung mendadak meningkat seiring dengan peningkatan jantung koroner dan stroke.

Sementara itu data PERKI pada 2016 menemukan angka kejadian henti jantung mendadak bekisar antara 300 ribu hingga 350 ribu insiden setiap tahunnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dua Jamaah Haji Meninggal Disebabkan Oleh Virus Korona

Manajemen RSUP Dr M Djamil Padang menduga dua jamaah haji Debarkasi Padang yang baru pulang haji diduga MERS. Salah satunya kemudian meninggal dunia dalam perawatan medis.
MERS atau Middle East Respiratory Syndrome adalah penyakit saluran pernapasan yang disebabkan oleh virus korona
Rusilawati, dokter spesialis paru di RSUP Dr M Djamil Padang mengatakan dugaan itu berdasarkan keduanya yang baru pulang dari Tanah Suci.
“Pasien ini kan pulang haji, jadi ya ada dugaan menderita Mers ya, baru dugaan, belum dipastikan MERS. Kemungkinan lainnya ada inpeksi paru yang lain. Jadi penyebab langsung meninggalnya adalah sepsis dan gagal napas, itu bisa disebabkan oleh MERS Cov atau penyakit paru yang lain,” katanya, Senin (11/9/2017).
Kedua pasien yang diduga terkena Mers itu sudah masuk RSUP Dr M Djamil sejak beberapa hari lalu, atau sejak kepulangan dari menunaikan ibadah haji.
Jamaah haji asal Bengkulu berinisial R, 62 tahun yang tergabung di kloter 3 baru menjalani perawatan kurang dari 24 jam seb…

Pemerintah Terus Membangun Kemitraan Dengan Pihak Swasta

Pemerintah terus membangun kemitraan dengan pihak swasta untuk mengolah sampah plastik agar tidak lagi mencemari lingkungan.
Apalagi, pemerintah telah berkomitmen mengurangi sampah di lautan sebesar 70% pada 2025 dengan dukungan dan kerja nyata dari berbagai pihak termasuk pihak swasta.
Untuk itu, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan membentuk Alliance for Marine Plastic Solutions Forum (AMPS).
Program tersebut turut didukung oleh PT. Tirta Investama (Danone Aqua) dan H&M Indonesia melalui proyek Bottle2Fashion dengan mengolah kembali sampah botol plastik menjadi produk fashion.
PT. Tirta Investama (Danone AQUA) dan Kantor Produksi H&M Indonesia melakukan penandatanganan komitmen kerja sama proyek Bottle2Fashion untuk memulai kerja sama mengolah kembali sampah kemasan plastik menjadi produk Fashion di Hotel Padma, Legian, Bali pada Senin (4/9/2017).
Presiden Direktur Danone AQUA Corine Tap dan Country Manager Production H&…

Tips Mencegah Kanker Usus Besar

Gaya hidup dan diet sehat penting untuk mencegah beberapa masalah, termasuk untuk mencegah kanker usus besar (kolon).
Menurut laporan baru dari American Institute for Cancer Research and World Cancer Research Fund International, untuk mengurangi risiko kanker usus besar, maka dibutuhkan biji-bijian dan olahraga, sementara daging olahan dan alkohol harus dibatasi.
Temuan ini menunjukkan, bahwa tiga porsi sehari biji-bijian, seperti beras merah atau roti gandum, sebenarnya dapat menurunkan risiko kanker usus sebesar 17 persen.
"Mempertahankan berat badan yang sehat, aktivitas fisik, diet yang sehat, dan menghindari merokok dan asupan alkohol yang tinggi semuanya berkontribusi terhadap risiko kanker kolorektal yang lebih rendah," tambah Giovannucci, seorang profesor nutrisi dan epidemiologi di Harvard School of Public Health.
Menurut para peneliti, konsumsi biji-bijian yang lebih besar memberi lebih banyak perlindungan. Tim ahli pada penelitian ini mengevaluasi hampir 100 penelitia…